TV mematikan, matikan TV
Coba lihat disekelilingmu, adakah kotak ajaib dengan gambar yang bergerak-gerak, yang bisa buat kamu tertawa, menangis, bahkan marah-marah? Perkenalkan inilah mesin hipnotis paling mutakhir dalam sejarah peradaban manusia di dunia ini. Kalaupun tidak ada, aku ucapkan selamat... hidupmu sedang terselamatkan.
Di negara seperti Indonesia yang rakyatnya masih lugu ini, benda ini lebih berbahaya daripada bom. Celakanya, orang diluar negara ini bisa melihat potensi mematikan itu. Maka bisa kita lihat produk-produk mereka sekarang ini, dengan menggunakan Televisi sebagai alatnya, mereka tahu betul cara mempergunakannya, dan sejauh ini berhasil. Alat ini betul-betul dioptimalkan, dari segala segi, bahkan sampai berita-berita yang disajikan kepada rakyat dengan tingkat kritis sangat rendah. Kalau kamu masih belum paham apa yang aku bicarakan, mari kita pakai contoh saja.
The Idol, pencarian bakat?
Bagaimana menurutmu? memang betul, tapi itu hanya salah satu sisi dari dadu konsep idol ini. Idol, dalam bahasa indonesia berarti berhala, tidak percaya? cek kamus. Sekarang coba pikirkan karakteristik berhala dan paralel nya dengan konsep acara ini. Baik, aku tidak ingin membuat kamu berpikir terlalu banyak, karena toh tidak semua yang baca tulisan ini tidak biasa berpikir banyak disebabkan terlalu sering bergaul dengan alat hipnotis itu. Melihat sejarah, berhala adalah sesuatu yang dipuja-puja, dan manusia melakukan ritual "pengorbanan" untuk arwah di dalam berhala tersebut. Kembali ke masa sekarang, di tabung itu biasanya terdapat beberapa idol yang senang jika menerima sesembahan/pengorbanan, pengorbanan modern ini bisa berupa sms, atau telepon dengan tarif premium. Dalam skala yang lebih luas, masing-masing negara mempunyai idol utamanya, untuk kemudian di adu untuk mencari "the world idol of the year", dan pastinya... dengan sesembahan yang lebih banyak juga. Beberapa idol2an di Indonesia yang terkenal antara lain: AFI, Indonesian Idol, Idola cilik, Putri Indonesia, Miss Indonesia, Supershow, dll (sebutkan). Selama ada sesembahan di sana, maka itulah idol. Hebatnya lagi, ada yang menyatukan konsep idol ini dengan agama. Siapa yang mendapatkan sesembahan terbanyak itulah "the true idol".
Reality show, sungguhkah real?
Yang bisa menjawab pertanyaan ini ya tentunya orang-orang yang membuatnya. Tapi coba kamu tanya dengan orang yang pernah terlibat dalam produksinya, jawabannya pasti mengagetkan, tapi tidak bagiku. Semua itu hanyalah skenario saudara-saudara, untuk meracuni terus-menerus pikiran anak muda sekarang dengan romantisme, sehingga mereka malas berpikir yang lain, khususnya memikirkan persoalan bangsa ini. Tangisan, teriakan, tamparan, kemesraan, apapun yang terjadi di situ hanyalah skenario yang sengaja dibuat supaya kamu merasa iba, senang, sedih, ingin melihat lagi dan lagi episode berikutnya sehingga pikiranmu penuh dengan hal-hal seperti itu dan malas berpikir, lupa akan fungsi keberadaanmu di dunia ini. Hebatnya, orang-orang itu tahu kelemahan anak muda kita yang hedonis, mudah mengeluarkan sesuatu untuk hal yang tidak berguna bagi dirinya sendiri, maka terciptalah kuis sms di sana.
Quiz SMS
Aku yakin sebagian dari kamu sudah tahu kebohongan besarnya. Stimulannya: Hadiah yang besar dan pembawa kuis yang seksi. Tampilan luar kuis semacam ini di jam-jam biasa berbeda dengan di jam-jam tengah malam, namun intinya sama, pembohongan publik meskipun dengan kadar yang berbeda. Orang tertarik mengirimkan sms dengan tarif premium untuk mendapatkan hadiah, kalaupun ada yang menang, sesungguhnya dia mendapatkan itu dari hasil patungan orang-orang pengirim sms di seluruh negeri ini, dan mungkin kamu akan teringat konsep judi, memang paralel. Di malam hari kuis ini bisa berlangsung berjam-jam dan lebih tidak manusiawi, mereka tidak rela mengeluarkan sepeserpun untuk hadiah, alhasil terjadilah pemenang hasil rekayasa. Kalaupun memang ada pemenang tanpa rekayasa, hadiahnya yang didapatkan nilainya tidak besar, dan tentunya secara tidak langsung hasil patungan dari orang-orang yang tertipu di acara itu. Judi lagi.
Sinetron dimana-mana
Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan sinetron ini, di masa lalu sinetron ini cukup mendidik. Mungkin kita masih ingat "Jendela Rumah Kita", "Si Doel anak sekolahan". Dan mungkin beberapa sinetron sekarang juga masih mendidik, walaupun aku susah menyebutkannya. Faktanya makin kesini wajah sinetron ini makin hitam, produser sinetron ini tahu kalau orang indonesia pikirannya sudah teracuni dengan seks, mistis, kekerasan, romantisme berlebihan, pesta-pesta. Dan belakangan mereka mencoba memasukkan kosakata makian dalam beberapa dialog, dengan tujuan agar kita semakin terbiasa dengan kata-kata seperti itu. Hebatnya, mereka berhasil melakukannya dengan baik. Muda mudi bangsa ini semakin tidak terkendali tutur katanya dengan kosakata yang dulunya bisa membuat orang tua geleng-geleng kepala dan mengusap dada. Lantas produser film ikut-ikutan menggunakan trend ini. Nama-nama hewan dan kotoran dengan bahasa indonesia maupun bahasa daerah terlihat menghiasi dialog di dunia perfilman Indonesia. Di bawah bendera "apresiasi seni", mereka menggunakan trend ini bersamaan dengan unsur seks, kevulgaran, dan mistis. Bagiku, ini tampak sebagai analogi dengan pengerusakan dan penghancuran di bawah bendera "penegakan agama". Mereka (produser sinetron dan film) yang kebanyakan "bukan dari Indonesia" ini tengah mencoba merasuki dan membelokkan sedikit demi sedikit budaya Indonesia yang santun dan beradab dengan tabung ajaib ini.
Berita, cek sumbernya
Dibandingkan jaman dahulu, tentu wajah jurnalisme Indonesia sekarang jauh lebih baik dan demokratis. Tapi tunggu dulu, adakah efek samping negatif nya? Mari kita lihat berita-berita dalam negeri terlebih dahulu, hampir setiap hari penuh dengan kerusuhan, demo, aksi kekerasan, yang hampir jarang kita temui di berita jaman dahulu. Mungkin sebagian dari kamu punya pendapat, "lho, itu kan bagus, itu tandanya demokrasi di negeri kita berjalan baik". Aku setuju, sangat setuju, namun kita semua tahu apapun yang berlebihan itu pasti tidak baik, dan frekuensi berita seperti itu sudah terlalu tinggi hingga bangsa ini terlihat sebagai bangsa barbar, terbiasa melakukan kekerasan. Ini masalah yang kompleks, dan tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Bagaimana pendapat orang asing di negeri kita kalau setiap hari disuguhkan berita seperti itu. Dampak yang mungkin antara lain: mereka menganggap bangsa kita ini rendah dan berpendidikan rendah karena sarat dengan kekerasan, mereka kurang nyaman di Indonesia lalu dari mulut ke mulut menceritakan ketidaknyamanan ini ke seluruh dunia dan mengakibatkan menurunnya devisa negara, derajat bangsa kita menurun, silakan diteruskan. Bagi orang kita sendiri juga berdampak adanya ketakutan, ketakutan dalam berbisnis, dalam berusaha, sehingga roda ekonomi kita tidak berputar lancar, bangsa ini makin miskin, silakan diteruskan. Alangkah indahnya kalau jaringan jurnalisme bisa duduk bersama agar berita yang disajikan tidak berdampak pada pergeseran kultur asli Indonesia, dengan intensitas tayangan berita yang proporsional.
Tapi belum selesai, bahaya yang lebih besar justru datang dari berita mancanegara. Memang tidak semua berita, tapi sebagian berita mengambil mentah-mentah berita dari luar negeri tanpa memeriksa kebenarannya. Memang ini bukan perkara mudah, dan tidak mungkin meriset satu-satu setiap berita. Untuk itu disini diperlukan sikap kritis dari penikmat tabung ajaib ini. Entah kenapa setiap lihat berita dari VOA aku berhati-hati sekali mendengarkannya. Dunia kita sekarang ini penuh propaganda dan manipulasi, cenderung mengarahkan kebencian pada suatu golongan/bangsa tertentu demi kepentingan orang kuat yang memiliki media tersebut.
Konser musik, apa konser goyang?
Begitu kuatnya budaya Indonesia ini tergoncang sampai-sampai semua sisi bergeser, sampai dunia musik Indonesia yang dulunya beradab sekarang sudah tidak lagi, terutama musik dangdut, yang paling memasyarakat di kalangan rakyat. Sering kita lihat musik dan goyangan tidak nyambung sama sekali, lebih banyak goyangannya daripada lagunya, dan goyangannya kebablasan. Hebatnya lagi, si pelaku goyangan berlindung di balik nama tuhan sebagai pembenaran aksinya itu. Hmm... apa pendapat Tuhan ya. Aku tidak berani menjustifikasi karena bukan tuhan, tapi aku hanya melihat dampak globalnya dari sisi duniawi. Mungkin banyak yang berpendapat begini, "biarkan saja dia goyang, tidak usah munafik, itu tergantung orang yang melihatnya saja, kalau dasar otaknya sudah ngeres ya mau sopan juga tetap saja vulgar". Pernyataan ini sama konyolnya dengan pendapat siswa malas maju berikut, "biarkan saja ujian besok, tidak usah sok rajin deh, itu tergantung orangnya saja, kalau memang dasarnya bodoh ya mau belajar juga tetap saja jelek nilainya". Ngeres dan bodoh dua-duanya kecenderungan manusia, tapi bukan berarti manusia diam saja tidak memeranginya, dan menuduh orang yang memeranginya sebagai orang sok alim atau sok pintar. Apapun itu, faktanya adalah nilai-nilai seperti ini awalnya dari tabung ajaib, dan masyarakat terbiasa melihat gerakan sensual seperti itu hingga tidak membatasi ruang dan waktunya bagi generasi berikutnya. Hukum sebab akibat disini terjadi lagi, generasi mendatang akan cenderung menyukai jenis gerakan yang secara statistik dapat membangkitkan syahwat, cenderung mudah melakukan pelecehan seksual, bahkan terbiasa melakukan seks bebas. Kontaminasi di otak muda mudi bangsa ini semakin keruh dan keruh hingga kehilangan identitas budaya aslinya. Jika suatu bangsa sudah hilang identitas budayanya maka bukan tidak mungkin bangsa itu lambat laun akan punah.
Lifestyle, style siapa?
Kekuatan hipnotis tabung ini begitu dahsyatnya sampai-sampai seorang remaja putri yang kehidupan keluarganya tidak terlalu mampu tega menghambur-hamburkan rezeki orang tuanya untuk membeli pakaian model terbaru, make up merk terkenal, membeli makanan ala luar negeri yang harganya bisa untuk hidup normal selama seminggu, dan lain-lain. Sampai-sampai orang tuanya pusing karena jika tidak diberi anaknya akan membangkang dan khawatir pergi dari rumah. Begitupun remaja putranya, sepatu dan jas model terbaru, Handphone yang paling canggih, membawa pacarnya ke tempat-tempat hiburan mahal yang ditampilkan di tabung hipnotis itu agar tidak dianggap ketinggalan jaman. Mereka sudah seperti robot saja, otaknya tercuci, menganggap apapun yang ada di tabung itu harus dicoba, semuanya harus ditiru. Orang bisa saja nekat mengorbankan apa saja termasuk pendidikan dan keluarganya bahkan nyawa dan keselamatan orang lain asal bisa mengikuti lifestyle ini. Kegilaan masal ini harus dihentikan segera, karena dampaknya jangka panjang.
Silakan kamu analisa konsep gambar bergerak lainnya di dalam tabung hipnotis ini melalui komentar.
Musuh kita sebenernya bukanlah tabung ini, tapi orang-orang yang membuat gambar-gambar di dalamnya. Kita harus berhati-hati dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatannya, mereka akan melakukan apa saja demi materi dan kepentingan mereka. Perang kita jaman sekarang ini lebih berat dari jaman dahulu, karena musuh kita adalah sebagian dari bangsa kita sendiri yang melakukan apapun demi harta dan tahta, sebagian dari mereka ada di posisi-posisi penting pemerintahan ini dan kenyataan ini sungguh mengerikan. Dikarenakan gambar-gambar dalam tabung hipnotis ini, suatu budaya bisa punah, disusul kepunahan suatu bangsa. Kalaupun itu tidak terjadi, kenyataannya tabung ini menjadikan bangsa kita malas berpikir dan tidak kreatif karena otak kita terus-terusan disuguhkan hiburan dari berbagai sisi. Orang-orang ini menjauhkan kita dari kenyataan sesungguhnya dan mencegah kita untuk terlalu banyak berpikir, karena jika kita berpikir maka keberadaan mereka akan tumbang, dan investasi besar mereka selama bertahun-tahun akan sia-sia.
baca Efek Negatif TV
